3.28.2010

Kasus Gayus dan Kisruh Media


Nama saya Erikson, alumni STAN yang kini bekerja di Ditjen Pajak, harapan saya mohon kawan2 tidak mengeneralisir saya, kampus saya dan institusi tempat saya bekerja karena perbuatan oknum yang melanggar peraturan..terima kasih..

Lalu apa hubungannya saya dan Gayus. Mmmmm.. cukup dua kata saja untuk menjelaskannya: STAN dan DJP.. ya sekali lagi STAN dan DJP.. saya eja yaa... S.T.A.N dan D.J.P... STAN adalah sebuah perguruan tinggi kedinasan dibawah naungan Departemen Keuangan yang mendidik mahasiswanya diberbagai bidang disiplin ilmu keuangan: sebut saja Akuntansi, Pajak, Penilai, Bea Cukai, Piutang Lelang, Anggaran dan Penilai, sementara DJP.. ahhh semua taulah tak perlu saya jelaskan rasanya.. Lalu alkisahnya, saya dan Gayus ini sama-sama merupakan alumni STAN dengan jurusan yang sama yaitu Perpajakan, hanya beda tahun angkatan dan sama-sama bekerja di DJP, persisnya Kantor Pusatnya di Jalan Jend Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

well..well..tapi tidak juga sampai disitu bedannya saya dan Gayus, karena sekarang Gayus lebih Terkenal, lebih kaya (seperti dilansir Media Massa). Singkat kata ya... satu kampus beda jalan. Nama Gayus makin merebak di media dan halaman utama harian nasional beberapa hari belakangan ini karena laporan Susno Duadji tentang adanya Makelar Kasus di POLRI yang melibatkan kantor Ditjen Pajak. Gayus ditengarai melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan tugasnya sebagai seorang pelayan masyarakat dibidang perpajakan.

Begitulah permainan Gayus tersibak .. lalu terjadi Gayung bersambut dimedia, seperti yang saya pahami bahwa bagi media: 'Bad News is a Good News'. dan berita buruk kasus Gayus ini yang membawa duka bagi negeri menjadi bahan yang bagus untuk terus dikabar-kabarkan ke 220 juta masyarakat Indonesia, saya setuju karena itulah tugas Media, karena sebagai PNS, saya juga adalah penduduk yang berhak tahu tentang kejadian apa yang terjadi dinegeri ini, salah satunya ya lewat Media.

Bahkan Media tampaknya telah bergerak jauh lebih cepat daripada POLRI sekalipun ketika salah satu Media Nasional, bernama TVONE menyajikan informasi tentang latar belakang kehidupan Gayus, keberadaan dimana Gayus kini, Harta Kekayaan Gayus, bahkan Latar Belakang pendidikannya dan isu terakhir lainnya seputar kasus Gayus. Kemudian jika atas semua hal itu, media mendapat pujian tak terbendung sebagai agen pencerdas masyarakat lewat semua sajian itu, setujukah saya?setujukah kita?
Saya secara pribadi hanya akan setuju hanya jika penyajian yang ditampilkan adalah secara berimbang dan tidak semakin memanas-manasi keadaan, karena ibarat kata sekarang kita ini sebagai masyarakat kebanyakan yang sedang mengalami mad of anger, jadi tidak tepat jika dipancing-pancing.. dipanas-panasi dengan sajian yang semakin berat sebelah..

Dikatakan berat sebelah jika informasi yang disampaikan itu tidak menciptakan keadaan yang bersifat menenangkan, prinsip Bad News is A Good News disalahartikan dengan tindakan untuk semakin menggembargemborkan keadaan,sehingga mendorong untuk mempertahakan keadaan menjadi tetap panas, gerah dan tak berkesudahan. Tak ada lagi ruang bagi masyarakat dan DJP untuk bertindak tenang, memikirkan apakah sudah tepat dukungan untuk memboikot pembayaran pajak yang sebenarnya memunculkan akan masalah baru lagi, karena perintah membayar pajak itu adalah perintah dari Undang-Undang, yang artinya ketika melawan Undang-Undang justru sama dengan melawan Konstitusi.

Yang semakin dikhawatirkan adalah terjadinya pembentukan opini akibat pemberitaan yang tidak proporsional. Opini yang membentuk pola pikir kita sebagai masyarakat, tanpa dilandasi akal sehat namun hanya emosi, kecewa dan benci. Coba lihat bagaimana media telah dengan gamblang dan berkali-kali memaparkan STAN sebagai institusi Gayus menimba ilmu dulu itu, sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu, namun terlalu sering menunjukkan hal itu apakah wajar?? Padahal 30.000 pegawai DJP tidak hanya berasal dari STAN, banyak juga yang berasal dari PTN dan PTS dalam dan luar negeri. Apakah tepat kelakuan salah seorang oknum dikait-kaitkan dengan alumninya?

Hal lain yang serupa dengan itu adalah pemberitaan latar belakang kehidupan Gayus yang seolah- olah ingin menunjukkan perbendaan kontras fisik bangunan rumahnya dulu dengan sekarang, kenapa tak diusut saja tentang hal lain yang berisi hal baru tentang kemajuan kasus Gayus, kenapa masih terus menerus menunjukkan semua harta kekayaan Gayus, yang menurut saya semakin memperburuk emosi kita yang mendengarnya, untuk kemudian berprasangka jahat bahwa semua itu didapat dari hasil penyelewengan, dan sampai akhirnya terciptalah opini umum bahwa orang yang kerja di pajak itu kaya, sebuah opini yang takutnya bakal melekat kuat dipikiran masyarakat. Dan efek lainnya yang bakal terbentuk adalah: antipati berurusan dengan pajak, rasa benci dengan orang pajak, dan keenggenanan mematuhi kewajiban perpajakan.

Sekedar mengingatkan bahwa media dulu pernah dengan bombastis terus menerus memberitakan Kasus Antasari, lalu tenggelam oleh pemberitaan Kasus KPK-POLRI, lalu hilang ditelan kehebohan kasus Bank Century dan kini hasilnya?? tak ada satu kasuspun yang jelas penyelesaiannya.. hanya menunggu.. menunggu dan menunggu untuk kemudian terlupakan oleh kasus yang lain... ah jangan kan itu.. kasus Munir pun sampai sekarang tidak jelas ujung penyelesaiannya.. Kenapa tidak Media-Media itu secara kontinyu mengabarkan perihal kasus-kasus yang nyaris hilang dari peredaran.. daripada terus-menerus mengulang pemberitaan yang sama yang berisi hal-hal yang itu-itu saja.. Ok, bolehlah mengabarkan secara terus menerus.. namun tetap utamanya adalah menyajikan hal-hal yang baru yang disajikan secara berimbang.. agar turun tensi emosi kita sebagai masyarakat, agar bisa kita berpikir lebih jernih..

Saya sebagai alumni STAN hanya meminta kepada media agar jangan bawa nama kampus saya dalam kasus ini sebagai elemen yang menjadi satu kesatuan dengan kasus yang dilakoni Gayus, letakkan lah pemberitaanya secara proporsional. Kampus adalah institusi mulia tempat menimba ilmu dan menempa pribadi melalui proses kegiatan belajar mengajar dengan dosen, namun semuanya dikembalikan lagi ke manusia yang bersangkutan. Kampus hanya memberitahukan mana yang benar dan mana yang salah, selebihnya adalah manusia itu sendiri yang nanti memilih dan menjalaninya dengan segala konsekuensi yang sudah dipahami.

Saya sebagai pegawai Ditjen Pajak meminta kepada media untuk turut serta menciptakan suatu pemberitaan yang mendukung terciptanya suasana yang tenang bagi Ditjen Pajak dalam menangani kasus Gayus ini, agar bisa diambil langkah yang tepat dan tidak gegabah karena bisa jadi ikut terdorong arus emosi yang kian memanas ini. DJP bagaimanapun sedang berupaya yang berkelanjutan memperbaiki diri meningkatkan performa pelayanan kepada masyarakat, ibarat gading yang tak retak, namun DJP akan bertindak tegas oknum yang merusak jalan upaya itu, baru baru ini 10 atasan Gayus telah dinonaktifkan dari jabatannya di Kantor Pusat Ditjen Pajak menunggu sampai Gayus dapat dimintai keterangan dan kemudian ditindaklanjuti sesuai keterangan yang diperoleh.

Saya sebagai masyarakat juga memohon kepada media untuk tetap fokus menginformasikan kasus-kasus heboh yang dulu sempat mengemuka namun sekarang tak ada lagi kabarnya.. saya ingin tahu sampai dimana proses Banding yang rencananya diajukan Antasari, atau kasus Munir yang makin jelas ketidakjelasanya. Saya bosan dengan keadaan saling melupakan seperti ini. Media seperti berlomba mengejar nama besar dengan bombastis memberitakan hal yang lagi ramai dibicarakan dan sembari dengan itu kembali saya mempertanyakan.. apa dasar mereka melakukan itu semua?

Tentang Kasus Gayus ini, kenapa Media tak menyempatkan meliput sejumlah keberhasilan modernisasi yang telah dijalankan DJP, atau sedikit mewawancari pengusaha tentang rasa baru pelayanan DJP setelah modernisasi digulirkan, apa semua mengecewakan? apa semua murni berisi kemunduran sama sekali? Jika itu yang ditampilkan, saya yakin bahwa generalisasi pemikiran terhadap instittusi bernama DJP dan semua pegawainya dapat dihindari.

Nama saya Erikson, alumni STAN yang kini bekerja di Ditjen Pajak, harapan saya mohon kawan2 tidak mengeneralisir saya, kampus saya dan institusi tempat saya bekerja karena perbuatan oknum yang melanggar peraturan..terima kasih.

P.S:
----
Gambar diambil dari http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/Tegar_dalam_Kesusahan.jpg

Read more »

3.25.2010

DJP ku sayang..


Tulisan ini bukan lah sebuah upaya cuci tangan atau sebuah usaha untuk membela yang salah kemudian membenarkan yang melanggar.. tidak.. sama sekali tidak untuk itu.. namun tulisan ini saya buat didorong rasa gelisah saya memikirkan hal yang bisa saya lakukan untuk menjaga integritas saya pada institusi tempat saya bekerja sekarang, Direktorat Jenderal Pajak.. yang sekarang sedang dirundung ujian, sebuah ujian yang sejatinya lebih pantas untuk dijadikan momentum refleksi dan evaluasi demi kemajuan yang lebih baik lagi.. mungkin dengan adanya kejadian seperti ini lebih tepat kita peribahasakan :'tak apa kita termundurkan satu langkah agar bisa melompat beberapa langkah kedepan'..

DJP ku sayang...
Tugas yang diembannya begitu berat, tiap tahun bertambah berat.. belum lagi ditambah perjuangan untuk menjaga nama baik dan meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat, menjadikan setiap babak dalam upaya mewujudkan semua itu makin terasa berat.. dulu ia pernah dihujat.. ia dianggap seperti perwujudan tirani yang mengatasnamakan kepetingan masyarakat dengan tugas mengumpulkan uang sebanyak2nya demi penyelenggaraan kehidupan negara.. Ok fine, saya tidak tahu persis kondisi saat itu, hanya mendengar cerita dari pendahulu saya namun bagi saya semua itu adalah masa lalu, dan masa lalu telah mati, karena yang justru makin sering terngiang ditelinga saya adalah upaya modernisasi dari DJP yang bergulir semenjak era tahun 2000an dan saya.. sadar atau tidak sedang ada didalam bagian upaya berkelanjutan itu, ya saya.. saya dan semua angkatan muda petugas pajak dimanapun berada..

DJP ku sayang...
Modernisasi yang kini masih tengah bergulir dalam agenda jilid II yaitu pembangunan infrastruktur IT dan peningkatan SDM merupakan bukti keseriusan pembenahan yang berakhir dengan peningkatan tujuan pada masyarakat dalam memenuhi hak dan kewajibannya, agar terbangun kepercayaannya, agar terjaga kesadarannya, untuk satu tujuan dan kepentingan bersama. Perjalanan modernisasi ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan, walau saya secara fisik dan intelektual tidak merasakan kesulitan yang menghambat ini seperti yang dirasakan para petinggi saya, namun saya melihat bagaimana efek semua ini terhadap masyarakat secara langsung. Satu masalah yang kembali mengemuka adalah mengenai: TRUST.

DJP ku sayang...
Perbuatan beberapa aparat pajak yang belakangan ini telah banyak terungkap telah menjadikan masyarakat kembali meragukan program modernisasi. Ya.. itu hak masyarakat.. dan sebagai masyarakat, maka saya juga punya untuk itu, seperti saya sebagai pegawai Ditjen Pajak juga punya hak untuk mendukung program modernisasi ini untuk terus berjalan, jangan berhenti sampai disini.. jangan terlena dengan rasa pesimistis dan ketidakpercayaan masyarakat karena pada prinsipnya masyrakat juga kelak pada akhirnya akan bangga melihat usaha dan kerja keras kita yang berkelanjutan.. mungkin masa-masa kebanggaan dan keberhasilan itu belumlah sekarang, belum juga tahun depan.. tapi paling tidak jika masa itu telah tiba.. kita akan terdiam haru melihat bangsa ini maju dan masyarakat semakin tinggi dan penuh kesadarannya untuk melunasi kewajibannya dan menjagakan hak-haknya dibidang perpajakan..

DJP ku sayang...
saya sekarang mungkin seperti berada didalam ruangan bersama rasa malu, rasa kecewa atau rasa tidak enak lainnya. bagaimana saya harus menjelaskan kejadian ini semua kepada rekan sejawat yang bekerja di instansi lain, kepada sanak famili dan lingkungan dekat saya. Apa mereka masih mau mendengar tentang niat baik DJP kita ini untuk memajukan negeri? Apa masih mau mereka mendengar dan percaya bahwa kita masih berjalan terus melaksanakan tugas dan amanah sebagai PNS Ditjen Pajak dengan jujur dan integritas penuh?Mungkin iya, mungkin juga tidak atau entah lah... namun.. semua akan kembali pada hari yang biasa.. hari yang sudah kita tahu sebelumnya yaitu hari dimana kita akan terus bekerja keras untuk menunjukkan bahwa DJP adalah instansi yang pantas dan layak menyandang status institusi modern dan terus memodernkan diri karena tugas yang kian berat itu dilaksanakan dengan tanggung jawab dan integritas yang hanya bisa diukur dengan pencapaian prestasi yang membanggakan dan kepuasan masyarakat. Maju terus DJP ku sayang...

Sabtu, Dini Hari, 27 Maret 2010
02.30 WIB
Sebuah Jalan di bilangan Jakarta Selatan..

Read more »

3.18.2010

M-A-U-T


MAUT... M-A-U-T bukan sekedar untaian huruf M lalu A lalu U lalu T, dua huruf hidup dan lainnya adalah dua huruf mati. tapi satu kata ini adalah lambang pemisah antara kehidupan dan kematian. Ya, sekali lagi MAUT, yang mungkin saja sebagian banyak dari kita akan terdiam saat memikirkannya atau membicarakannya dengan hati yang jernih. Tapi tak bisa juga dipungkiri bahwa banyak sebagian dari kita akhirnya menjadi sungkan untuk membicarakannya.. padahal ia begitu dekat, sangat dekat karena kita tidak tahu kapan datangnya.. batasnya dengan hidup kita sangat tipis, karena ia datang kadang tanpa ada kejutan, bahkan dalam hitungan yang tiap detiknya tidak terduga..

Assalamualaikum wr wb.. pernahkah kawan memiliki pengalaman menakutkan karena seolah2 seperti sangat dekat dengan kematian, beberapa belum, dan beberapa mungkin sudah pernah, dan saya termasuk yang sudah pernah itu.. beberapa kali malah, namun yang rasanya bikin saya merinding itu ada dua, dan lokasinya sama.. yaitu di Jalan Jenderal Sudirman.. *kok bs son jatuh di tempat yang sama?ini Erikson apa keledai ya? hehehe..*

kejadian yang pertama itu sekitar pertengahan tahun lalu, malam-malam pas balik dari kantor saya pulang sambil mengendarai SiRevo, jalanan lumayan padat namun cukup lengang untuk melaju agak gesit meliuk2 diantara badan kendaraan roda empat, tepat di Bilangan Jalan Jend. Sudirman yang ke arah Bundaran Senayan saya melaju cukup kencang dari arah PolDa dan didepan saya ada Bus PATAS AC yang rupanya berjalan cukup lambat, akhirnya saya dan bus itu beriringan ditengah jalan, saya bukannya tidak mau memotong dari kiri namun pas kebetulan saat itu hujan, jadi kiri bahu jalan itu tergenang air, takut kena ranjau atau kecipratan jadi mending di tengah, namun saat posisi agak memungkinkan saya akhirnya coba mendahului bus ini dengan memotong dari kiri, tapi saya salah.. saya tidak melihat dulu apakah dibelakang saya ada kendaraan lain atau tidak, akibatnya pas saya sudah berada di kiri bus, tepat disamping badannya, kemudian.. sebuah bus PATAS AC lainnya masuk kesamping kiri bus ini, tepat dari arah belakang saya... kemudiannn...

Saya terjepit diantara dua bus besar ini, tadinya saya kira everything is gonna be OK namun badan kedua bus itu makin lama makin rapat dan kaca spion motor saya jadinya patah, dan persis saat saya merasa semakin terjepit diantara kedua badan bus itu, saya ketakutan, saya teriak namun suara saya tenggelam oleh deru mesin, saya tekan klakson sekencang-kencangnya tapi hasilnya nihil, karena kalah kencang dengan klakson bus-bus itu.. akhirnya saya cuma bisa ngucap istigfar sama tahlil (ya paling enggak kalo saat itu saya mati, kalimat terakhir yang terucap dari mulut saya adalah kalimat yang baek baek), setiap detiknya saat itu terasa lama, detik-detik batas antara hidup dan mati, lalu saat bus di kiri saya sudah menjauh.. baru saya bisa melanjutkan perjalanan, diiringi rasa bergidik gemetar takut... sementara spion motor saya sudah tidak karu2an..

Yang kedua itu kejadiannya kemarin sore, menjelang magrib.. di daerah Sudirman juga, tepat sebelum Bundaran Senayan yang arah putaran ke Kebayoran. Jalanan lebih lengang dari biasanya, karena banyak kendaraan lain sudah ambil jalur kiri ke Blok M (samping kantor kementrian pemberdayaan sumber daya aparatur). Jakarta masih diguyur hujan, jadinya saya motoran sambil kegerimisan.. Jaket basah, celana jeans saya juga basah.. kolor?kolor?mmhhhh... i let you make a guess hehehhehe.... kemudian disaat jalanan lengang.. saya melaju kencang, sama sekali tidak sempat berpikir bahwa jalanan pasti licin, kecepatan >40 mungkin dan meski kemaren badan saya bersama SiRevo tapi rasanya pikiran saya sedang bermain-main kesana.. kesana jauhhh... melintasi sang perawan yang bermainnn dengan perasaan *Elang by DEWA19* halahhh.. gombal-manouver detected!! :D

Saya ngebut apalagi dipacu lampu yang masih tetap hijau, inginnya tetap bisa lewat jangan sampai kejebak di lampu merah.. akhirnya saat saya sedang ngebut dan didepan saya ada seorang pengendara lain, saya langsung ambil kanan/potong dari kanan, namun karena baru sempat rem dulu dan dengan kecepatan yang masih tidak terkontrol ditambah pula jalanan yang licin, saya jatuh terhempas kepinggir.. tepat dikanan jalan perbatasan dengan jalur mobil...

sementara motor tetap di posisi jatuhnya akhirnya saya segera bangkit menyegerakan kembali melanjutkan perjalanan, dan Alhamdulillah rupanya pas saat saya jatuh pas saat itu juga, kendaraan dibelakang saya melaju pelan karena lampu rambu-rambunya sudah menjadi kuning kemudian merah.. Jika saja lampu tetap hijau dan kendaraan dibelakang saya tetap melaju kencang.. i will never be able to write this post... Hmmmmhhh.. apa ya, satu yang patut saya sukuri bahwa saat saya terjatuh saya masih sempat mengucapkan istighfar.. jadinya paling tidak jika saat itu saya mati, saya masih sempat mengucapkan lafal untuk mengingatNYA... tapi alhamdulillah masih diberi hidup buat berbenah-benah..

Dan pengendara yang tadi hendak saya potong menyempatkan menghampiri saya namun saat saya pastikan ke dia bahwa saya tidak apa-apa (dengan mengangkat telapak tangan kanan sambil tangan kiri nahan kaki yang sakit) dia segera berbalik kembali.. karena mungkin saya juga yang salah soalnya.. Kaki saya lecet jadinya, tepat dibagian dengkul.. tulang kaki jadi agak ngilu dan ahhhhh celana saya robek.. dan saat saya kembali mengendarai SiRevo baru terasa bahwa pijakan rem motor saya jadi tidak pas...

Sebetulnya sudah >2x (malu nyebutinnya..) saya jatuh dari motor, namun yang paling mengerikan itu mungkin ya dua itu tadi, tapi setiap kejadian yang saya alami itu membuat saya lebih hati-hati harusnya.. tapi kadangan lepas kontrol kalo lihat jalanan agak sepi dikitt ... maklum amujarang (anak muda jaman sekarang), harusnya jangan begitu ya... *_*

baiklahhh.. jatuh untuk langkah yang lebih baik lagi, sekali mundur untuk maju dua langkah... cuman kadangan di ibu kota ini... kita sudah hati-hati, orang lain yang malah tidak hati-hati... kita yang pelan orang lain yang serobot... ya begitulah.. semoga postingan ini bisa jadi bahan saya ingat2 buat lebih hati2 dan tetap sadar bahwa 4 huruf itu yaitu MAUT bisa datang saat sedang mengendarai motor, jadi lebih baik berhati-hati, lalu buat semuanya, semoga bisa mengambil hikmah dari kejadian yang saya alami.. jatuh itu sakit kawan!! jadi hati2lahh...

Wassalam

P.S:
----
Gambar diambil dari http://koswara.files.wordpress.com/2007/05/maut.jpg, trims sob koswara...

Read more »

3.17.2010

Rugi Dulu Untung Nanti!


Assalamualaikum wr wb dan apa kabar kawan?judul diatas saya ambil karena lebih baik daripada saya buat judulnya 'postingan tak berjudul' atau 'belum ada judul' heheh :P. Sebenarnya judul itu adalah kalimat kawan saya yang saya bahasakan sendiri tentang pengalaman yang kami ambil saat membeli laptop masing-masing, saya membeli laptop kira-kira dua tahun lalu sementara dia baru membeli sekitar dua bulan ini, lokasinya sama di Mangga Dua, cuma beda merk, beda harga..

Banyak orang yang berpinsip bahwa adalah penting untuk menjadi hemat, akibatnya tindakan membeli suatu barang yang asal cukup fungsi dan kegunaanya menjadi semacam rasionalisasi agar tidak banyak uang yang keluar, padahal ia mampu membeli yang lebih mahal dari itu. Akibatnya jalan satu atau dua tahun kemudian barulah terasa bahwa alat itu rupanya rentan rusak, mau protes garansinya sudah habis atau malah memang tidak ada sama sekali, akibatnya beli baru lagiii...

Namun ada juga yang saat pertama kali mau membeli itu, dia tidak tanggung-tanggung mencari alat keluaran produk kenamaan, harga selangit, jaminan mutu dengan fungsi dan kegunaan yang lebih terkolaborasi, mantap!meski akhirnya banyak duit keluar, tapi paling tidak rasanya puas, beli barang cukup sekali, jangan setahun dua tahun rusak ganti beli lagi, sama saja lebih mahal jatuhnya. singkatnya tidak apa kalah atau merasa buntung saat membeli namun menang saat dipakai, suku cadangnya bandel, kuat dan kalau perawatannya juga OK, maka bisa lebih tahan lama...

Jadi ceritanya sekitar setahun (lebih 3 bulan) lalu, November 2008. saya membeli laptop ini yang saya pakai ngetik ini, yang sering saya namai Si Buyung ini. tipenya HP Compaq V3837TU ori. harga waktu itu sekitar sekian juta sekian rupiah termasuk OS yang original hehehehehe... penasaran yaaa.. :P. selama setahun belakangan ini saya pakai dengan cara mungkin yang tidak terlalu perhatian, misalnya saja yang paling sering saya lakukan adalah membiarkannya stand by semalaman soalnya ketiduran. Sibuyung dibiarkan kepanasan, belum beli cooling pad waktu itu.. dodoll!!! T_T. terus juga kalau lagi dipakai dengan power supply, battery pack nya sering tidak saya lepas.. jadinya sekarang baterenya agak soak T_T dan kebanyakan mutar VCD yang pirated edition, akibatnya sensor DVD RW nya jadi tidak bisa membaca sama sekali..

Terus sekarang ini penyakitnya yang lain muncul, LCD nya muncul seperti garis putih kedip-kedip yang kadang hilang kadang muncul, dan setelah dibawa ke Mangga Dua, ternyata LCD nya memang sudah rusak, kemungkinan karena memang sudah masa daya tahan komponennya yang sudah habis (sial!!! pas nian dengan masa habis garansi nya!!) sehingga terpaksa diganti, sebetulnya masa daya tahannya bisa lebih lama jika pemakaian cooling pad dan baterry pack nya diperhatikan benar-benar, tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, makan saja buburnya, toh bergizi juga hehehhehe..

Tiba-tiba saya teringat dengan kawan senior saya waktu dkantor dulu, dia pakai laptop yang mahal namun semenjak kurang lebih lima tahun terakhir itu dia katakan bahwa laptopnya baik-baik saja, jarang ada rewel atau rusak, selain karena memang jaminan mutu tapi juga karena ia merawatnya seperi merawat istri atau pacarnya heheheh.. tidak seperti saya.. jadinya sekarang ambil pelajaranya saja.. (son.. apa mesti kau rasakan dulu pahitnya getah kina itu agar kau tahu apa itu rasa pahit!!)

Nah begini sekarang.. kalau kita punya uang lebih baiknya beli saja barang yang bagus sekalian dan rawatlah dengan sebagus mungkin juga, jika tidak punya uang yang cukup, yaa... kalo bisa sabar, tabung saja dulu sampai cukup baru beli.. mending begitu kalau menurut saya, soalnya kalo nanti beli yang biasa-biasa terus rusak malah jadinya nanti ongkos reparasinya bisa lebih mahal dari harga barangnya.. iya kan?Dan setelah dibeli barangnya maka rawatlah dengan perawatan yang manusiawi.. anggap saja itu barang sebagai bagian eksistensi kehidupan kita..yang kalau tidak ada dia kita bisa terhambat semua pekerjaan..

Wassalamualaikum

P.S:
----
Gambar diambil dari http://images02.olx.in/ui/4/60/88/62465288_5-LAPTOP-TECHNICIAN-Jobs.jpg

Read more »

3.15.2010

Imajinasi dalam Simpe Plan


Dari suatu jarak imajiner dengan alam nyata, terdapatlah cerita tentang Deni..

To be hurt...
To feel lost...


Dunia Deni adalah dunia yang akrab dengan trauma, walau hidupnya dikelilingi banyak orang, ia lebih merasa seperti tokoh Chuck dalam film Cast Away, terdampar di pulau sepi tak berpenghuni di tengah samudera Pasifik. Cuma berteman benda mati yang ia virtualkan seolah-olah menjadi hidup, padahal mati, mati!.

Deni kecil cumalah anak ingusan yang tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ia melihat berbagai kekerasan dan pertengkaran terjadi didepan matanya.. tapi kini, jika ia kembali ke masa itu, ia tersenyum kecut, namun cepat secepat kilat ia berusaha kembali tenang, walau pikirannya sebenarnya sedang mengembara ke suatu keadaan dimana seharusnya ia tidak perlu lagi mengingat atau teringat akan masa lalunya..

To be left out in the dark...
To be kicked when you're down...


Seorang Deni yang mulai beranjak remaja tidak berhenti-henti nya bertanya dan berandai-andai, ingin tahu rasanya menjadi orang lain, walau mungkin jalannya adalah dengan terlahir dari keluarga lain. sesuatu yang lain.. bukan yang kini ia jalani, bukan juga yang dulu telah ia lalui, atau yang akan datang yang sesekali ia takuti.

Semua gelap, ia seperti menendang dirinya sendiri kedalam ruang gelap pada suatu waktu saat ia merasa tidak bisa keluar dari segala traumanya dan kungkungan masa lalunya, lalu diruang gelap itu cuma ada ia dan ia yang lain yang menguasai dirinya.. mungkin Setan atau mungkin juga itu cuma rasa takutnya sendiri...

To feel like you've been pushed around...
To be on the edge of breaking down...


Bagi Deni hidup ini seperti sangat berat untuk dihadapi, dan orang disekitarnya seperti terlalu egois untuk diajak berbagi.. Saat ia sudah mati-matian memberikan segala apa yang dia punya, ternyata bagi orang lain semua itu bukan apa-apa, akhirnya Deni kecewa.. kecewa dan mengutuk dunia. lalu ia sadar bahwa ia bukanlah pusat dunia, ia hanyalah bagian maha kecil dari sebuah semesta sejagad raya. Deni terdiam, menjauh, menyepi dari kehidupannya sendiri, untuk mencari tenang.

Sekali-kali di malam yang temaram terang ia berbaring ditanah lapang menatap bintang, berbicara dengan imajinasinya sendiri saat ia merasa tidak ada sama sekali yang bisa memahaminya atau sekedar mendekat untuk bertanya apa yang ia simpan didalam kepalanya, apa maunya dan bertanya bagaimana dunia ini dimata nya, dimata seorang Deni.

And no one's there to save you...
No you don't know what it's like...


Lalu saya bertemu Deni sama-sama saat sedang melayang di alam imajinasi kami masing-masing, ada harapan yang hampir patah dimatanya, ada beban pikiran yang memenuhi kepalanya, ada keinginan dan ketakutan dalam tunduk diamnya. Ada pencarian yang belum selesai dari kepalan tangannya. Dan sama sekali tidak ada siapapun disana untuk membantunya atau yang bisa ia mintakan bantuan... serta ia juga tidak tahu hidup macam apa yang sedang ia jalani...


Lalu saya putarkan film Cast Away dan saya tawarkan kepada Deni untuk nonton bareng film itu sambil minum kopi. disitu diperlihatkan tentang ketangguhan seorang Chuck yang harus bertahan sendiri disebuah Pulau tak berpenghuni, sama sekali minim sarana kecuali peralatan-peralatan yang masih secara tidak sengaja dan sengaja ia pegang sesaat sebelum ia terdampar atau tidak sengaja ikut terdampar bersamanya. Chuck pernah putus asa, nekad bunuh diri namun gagal akhirnya ia putuskan menerima nasibnya mati perlahan-lahan dipulau itu tanpa ada yang mengingatnya. Selebihnya, sisa sisa harinya dipulau itu cuma diisi rutinitas yang sama namun penuh dengan riang ia jalani, karena harapannya untuk kembali memang sudah ia kubur.

Sampai suatu hari setelah 4 tahun kemudian air pasang membawakan bongkahan besi body kendaraan yang hanyut ke tepian pulau, body mobil itu ia jadikan layar sebuah rakit yang ia buat sendiri serba manual untuk melaut ke samudra, walau itu artinya tidak ada jaminan sama sekali hidupnya akan selamat. atau kecil sekali kemungkinan ia akan sampai ke daratan benua, apa lagi untuk bisa diselamatkan sebuah kapal, namun tidak ada jalan lain, karena untuk keluar dari pulau itu ia harus berlayar, maka ia berlayar. Dan saat ditengah Samudera, ia menghadapi semua resiko diamuk badai, merasakan nuansa seram didekat ikan Paus.. hingga akhirnya sebuah kapal cargo lewat melintas dan menyelamatkannya...


Dan beberapa hari berikutnya didaratan ia bercerita:
'aku benar2 sudah putus asa waktu itu, akhirnya aku nekad bunuh diri namun gagal, lalu aku putuskan untuk menjalani sisa kehidupan ku dipulau ini, menantikan setiap mentari yang terbit disetiap keesokan harinya, aku tak tahu apa yang akan dibawakannya untukku.. dan aku beruntung ketika air pasang disuatu pagi bersama mentari itu membawakan besi bongkahan yang menjadikan aku melaut ke tengah sampai berjumpa kapal yang menyelamatkanku. Andai waktu itu aku nekad tetap bunuh diri'

Begitulah kemudian saya lihat Deni berlalu melintas, mungkin dia sudah mendapat sesuatu pelajaran dari Cast Away yang kami tonton itu, lalu saya pun kembali.. dan bertanya kedalam diri saya sendiri, sudahkah juga saya mengambil hikmahnya????

Welcome to my life...
Welcome to my life...
Welcome to my life...


*beberapa menit setelah pergantian hari..

P.S:
gambar diambil dari http://images.fanpop.com/images/image_uploads/simple-plan-simple-plan-256447_1024_768.jpg

Read more »

3.14.2010

T.A.L.I Layang-layang


Satu keahlian saya waktu saya masih kecil adalah mengejar Layang-layang yang jatuh karena kalah adu di langit, serunya bukan maen, lari cepat menembus jemuran, lompat pagar dan jatuh bangun hanya buat sebuah kertas berkerangka yang terikat benang..

Tapi satu juga penyesalan saya waktu itu, saya tidak bisa memainkan Layang-layang, jadi kalau setiap sore kawan-kawan saya berkumpul dilapangan, saya cuma duduk meramaikan teriakan sorak kalau dilangit sana sedang adu Layangan.. Tapi tak apalah.. mungkin lari cepat saya untuk mengejarnya sudah menjadi semacam trade-off buat saya hehehe..

Assalamualaikum and good day all.. adakah diantara kita yang tidak tahu Layang-layang? atau kurang lihai memainkannya? kayaknya jarang.. soalnya itu mainan sebagian besar anak-anak Indonesia dari jaman dulu sejak bentuknya cuma berupa ketupat sampai sekarang bentuknya ada yang seperti burung garuda..

Tapi tak masalah kalo kita tidak terlalu lihai memainkannya, meliuk-liukkannya di angkasa, paling tidak kita bisa melihat bagaimana dua buah layangan jika sedang adu tali.. sampai akhirnya ada yang jatuh, atau kita bisa melihat bagaimana sebuah layangan bisa terbang tinggi ke angkasa..padahal hanya bermodal tali beberapa meter.

ya TALI.. T.A.L.I....

Saat akan diterbangkan, biasanya saya dimintai kawan buat menarik layangan beberapa meter kedepan, dia yang mengulur talinya... kemudian jika jaraknya sudah dirasa cukup, maka dia akan segera menarik tali layangan itu sambil terus berlari kebelakang sampai pelan-pelan layangan itu naek ke atas beberapa meter.. disitu permainan kembali dimulai lagi.. untuk dapat membuat layangan itu terbang semakin tinggi maka tali yang dipegang itu akan menjadi sangat penting, bagaimana kita menarik atau mengulurnya akan menentukan seberapa tinggi layangan itu dapat terbang.. jika banyak angin kencang biasanya kita menarik layangan itu supaya arah terbangnya tetap dalam daerah aman, jika anginnya sedang maka biasanya layangan itu didiamkan stabil diam ditempatnya talinya pun cuma dimainkan sesekali, layangan itu cuma diam tenang mirip seperti burung Elang yang melemparkan pandangannya ke bawah kalau-kalau ada tikus yang dapat dimangsa..

Tapi jika anginnya cocok dan tenang barulah tali itu diulurkan, ya diulur.. makin lama makin jauh jarak nya dari si pemain, makin lama makin kecil layangannya tampak dimata, yang kelihatan cuma kertas kecil yang sedang meliuk berputar dilangit. Tapi makin jauh, makin terasa hebatnya. Makin tinggi maka makin terasa kekuatannya. Coba bayangkan jika terbangnya tidak lebih tinggi dari pohon kelapa, pasti jarang yang suka main Layang-layang. Karena hanya diketinggianlah dua layangan bertemu untuk saling beradu kuat talinya, lalu siapa yang kalah tipis akan jatuh. Dan hanya di ketinggianlah dua atau lebih layangan bertemu untuk berparade mewarnai langit dengan beragam warna dan bentuk.Ya semuanya ditentukan oleh seberapa panjang T.A.L.I itu dapat menghantarkan layangan itu ke langit, dan hanya jika pemain layangan itu handal maka tali itu bisa ditarik-ulur menjulang tinggi ke angkasa..

Tentang tali layangan itu...

Lalu jika hidup ini adalah diiringi oleh TALI itu, maka seharusnya ada saat dimana TALI itu diulur sampai suatu titik dimana kita bisa melihat sisi lain kehidupan.. mungkin jauh, dan lama.. tapi bisa saja makin jauh makin mantap 'view' nya, bukan?

Jadi untuk semua kawan saya, ini TALI pertemanan kita, saya serahkan untuk kalian.. agar kalian bisa mengulurkannya disaat yang tepat bagi saya untuk bisa melihat hal yang sudah pernah (mungkin) kalian lihat dari 'ketinggian'.. karena saya sesekali umpama Layang-layang yang bisa terbang tinggi untuk kembali lagi.. dan saat nanti saya sudah kembali lagi, perhatikan apa yang terjadi!!

Wassalamualaikum

Read more »

3.13.2010

3 IDIOTS


ALL... IZZ... WELL.. berapa banyak dari kita yang akrab dengan tag-line itu? beberapa mungkin sudah lama mendengarnya.. saya juga begitu, tahun lalu tepatnya..saat menerima email dari seorang teman, but it came as a usual thing, nothing a specialty came in between. lalu.. semuanya menjadi lain, lain 180 derajat begitu saya menikmati sebuah film india berjudul 3 IDIOTS.. MySpace

Assalamualaikum and dear all teman.. :D mungkin yang suka nonton film india itu jarang, katakanlah 9 diantara 10 (itu banyak namanya dodoll!!!! :P) nahh saya termasuk disitu, yang suka nonton film india, alasannya simpel, selain karena Nenek saya dari pihak Ibu adalah asli India- Pantai India Barat tepatnya daerah Malabar-. (selamat mencari di peta ya hahaha :P, juga karena artis India itu cantik-cantik salah seorang diantaranya bahkan mengingatkan saya pada almh. Ibu saya.. mirip soalnya.. MySpace

Well.. well.. we are not about to discuss about this further.. let's go back to the 3 IDIOTS.. :D

OK.. 3 IDIOTS itu sama seperti film India kebanyakan.. yaa.. at least kalau cerita di filmnya sedang sedih, bahagia, marah, kecewa, ngamuk, ngantuk, lapar, haus.. maka semua nya bisa diselesaikan dengan satu penyelesaian yaitu: MENYANYI! MySpace

Nahh.. semenjak film India masiih sering dibintangi oleh Amitab Bahchan, Mithun Cakrabouti, Sri Devi dll.. sampai sekarang pun ceritanya hampir bisa ditebak karena berputar dalam satu lingkaran setan tema yaitu tentang: Cerita Cinta yang tidak direstui keluarga, Rebutan harta warisan, sama ya palingan.. Nagin.. itu yang tentang ular jadi-jadian hehehehe.. Kemudian pas dipenghujung 2009 dunia Bollywood menelurkan film 3 IDIOTS dari besutan Vinod Chopra sebagai sutradaranya.. sontak saat itu juga genre tema cerita perfilman India semakin kaya.. karena film 3 IDIOTS ini titik berat ceritanya bukan tentang tema itu itu lagiii.. tapiii...!!!


(lanjut gannnn bacanya :D)
MySpace

Tema sentral film ini adalah mengenai sebuah cara-pandang yang seharusnya dipegang setiap orang dalam mengejar masa depannya. Yaitu, bagaimana setiap usaha yang dikerahkan dalam usaha itu adalah benar-benar karena kita mencintai apa yang kita lakukan, bukan karena untuk menjadi nomor satu, bukan karena dipaksa pihak lain, bukan pula karena ambisi untuk menjadi sukses/berpangkat/berharta.. karena jika hal-hal itu yang kita utamakan maka hasil yang akan diperoleh bukanlah hasil yang memuaskan dari dalam, tapi justru kesemuan, kepalsuan, kegelisahan, ketakutan dll... baik nanti setelah diperoleh maupun ketika sedang dalam proses memperjuangkannya.. MySpace

Film ini dimainkan oleh 5 tokoh utama, yaa.... sebetulnya banyak.. tapi yang paling kuat karakternya ya 5 ini... setiap peran dari lima orang ini memiliki sebuah pelajaran yang patut kita ambil dan simpan lalu diterapkan dalam keseharian kita.. tapi, tahapan ambil-simpan-terapkan ini hanya berlaku untuk tokoh yang perannya memberikan contoh yang baik, karena jika sebaliknya maka tahapannya berubah menjadi ambil-telaah-hindari.. is it that simple, isn't it? well. at least to mee.. hehehe *ditimpukinramerame*

Tokoh pertama adalah Prof Virus namanya sebenarnya panjang susah dihapal, disingkat akhirnya jadi Virus seperti yang diceritakan difilmnya, bagi seorang Prof Virus hidup adalah persaingan, perlombaan, adu cepat dimana setiap kita harus bersaing untuk menjadi yang tercepat, jangan biarkan orang lain menghambat, dan nikmatilah untuk selalu menjadi peringkat satu, apapun jalannya...life is a race, we are competing each other!! begitulah.. jadi jangan heran, kalau setiap saat wajah Prof Virus ini selalu tampak tegang dan menakutkan.. dan parahnya pemahaman ia tentang hidup yang seperti itu terus menerus ia tanamkan kepada mahasiswanya dalam banyak kesempatan.. membuat banyak dari mereka menjadi takut, terbebani dan STRESS.. MySpace

Tersebutlah seorang mahasiswa jenius jurusan tehnik bernama Joy yang difilm itu diceritakan gantung diri gara-gara proyek cemerlangnya yaitu robot helikopter nya ditolak si Virus, padahal robot itu sudah hampir selesai, hanya saja belum bisa terbang.. tapi Virus menolaknya dan mengatakan bahwa Joy sama sekali belum berbuat apa-apa.. belum berkorban apa-apa.. dan tidak akan bisa lulus dengan target yang ditetapkan.. bahkan didepan Joy, Virus menelepon orang tua Joy hanya untuk memberitahukan bahwa Joy tidak akan lulus tahun tersebut karena proyeknya masih jauh dari selesai... MySpace

Tokoh kedua bernama Chatur (oleh Omi Vidia), difilm ini dia diceritakan sebagai seorang yang ambisi untuk menjadi nomor satu selalu, untuk itu ia tekun belajar, aktif dikelas.. intinya kegiatan akademis yang ia lakukan tujuannya cuma satu yaitu menjadi peringkat satu.. namun sayangnya ia juga berprinsip bahwa salah satu cara menjadi nomor satu adalah dengan mengurangi nilai orang lain, makanya ia sering menjelek-jelekan kawan sekelasnya didepan dosen, menertawakan rekannya untuk melemahkan semangat, bahkan saat malam ujian ia rela menyelipkan majalah2 porno supaya kawan2nya dikamar yang lain tidak belajar, sehingga hanya dia yang belajar, hanya dia yang nilainya besar dan akhirnya dia yang menjadi nomor satu... PARAH!!!PARAH!!!GILA!!GILA!!! MySpace

Berikutnya ada tokoh bernama Farhan (oleh R Madhavan), bagi seorang Farhan, dunia adalah objek photografi, maka ditangannya gambar yang sepertinya nampak biasa bisa menjadi gambar luar biasa saat ia sudah mengeluarkan kamera dan mencari angle pengambilan terbaiknya.. namun sayang ia dipaksakan oleh orang tuanya untuk mengambil kuliah tehnik, ia jalani semuanya walau dengan keterpaksaan, ia gagal meyakinkan orang tuanya bahwa kegemaran dan keahliannya ada di bidang potografi..memang orang tuanya sangat menginginkan ia menjadi insinyur, orang tuanya mati-matian berkorban untuknya, sehingga Farhan pun takut melukai perasaan orang tuanya, 5 tahun ia habiskan di kampus untuk mempelajari hal yang bukan bidangnya.. ya.. hasilnya tidak maksimal jadinya.. ia lulus dengan nilai nge-pas banget.. MySpace

Ada pula namanya Raju, Raju Rastogi (oleh Sharman Joshi) tepatnya, sebenarnya dia orang yang cerdas.. walau berlatarbelakang keluarga yang kurang mampu.. tapi kondisi kehidupan keluarganya, tekanan suasana yang ada dikampus-yang dibuat si Virus- membuat ia selalu dipenuhi ketakutan, ia takut tentang masa depan nya jika ia gagal akan menghancurkan kehidupan keluarganya, karena ia satu-satunya yang jadi harapan. Ia belajar mati-matian namun mati-matian juga ia dibayang-bayangi ketakutan, terlalu khawatir ia tentang masa depannya akibatnya ia tidak bisa menikmati masa-masa belajar selama di Kampus, karena memang kampus itu isinya cuma tiga hal yaitu: persaingan.. persaingan.. persaingan!! MySpace Akhirnya Raju hanya bisa setiap saat berdoa sebagai penetralisir ketakutannya, paling enggak begitu yang saya tangkap..

Dan yang terakhir namanya Ranchordas Shymaldas Canchad.. kehidupan tokoh yang satu ini penuh rahasia. Apa???that is why you'd better read till the rest of this post :D.

Rancho (oleh Aamir Khan) ini mungkin satu-satunya mahasiswa di kampus itu yang menjalani perkuliahan dengan satu alasan bahwa Mesin adalah hal yang ia gemari, sehingga ia mempelajarinya dengan semangat dan itupun tanpa embel-embel ambisi seperti Chatur atau rasa takut seperti Raju, sehari-harinya Rancho menjalani perkuliahan di tehnik mesin dengan rasa senang.. yang ia tuntut bukanlah kesuksesan namun kemantapan dalam ilmu tehnik mesin, karena bagi nya, kesuksesan akan datang jika ia mantap dibidang yang ia cintai.. MySpace

namun satu hal yang membuat ia sedikit gelisah, ia kurang setuju melihat kondisi kegiatan belajar dikampus yang benar-benar mengejar gengsi, kesuksesan kampus itu diukur dengan berapa banyak lulusannya yang bekerja di perusahaan di USA, walau miskin penemuan atau inovasi. Itulah sebabnya, Rancho sering membuat ulah, bukan ulah sebetulnya namun semacam pemberontakan untuk menunjukkan betapa situasi dan kondisi yang dibangun selama ini adalah salah dan banyak sudah memakan korban intelektual..


Give me some sunshine, Give me some rain, Give another chance.. I wanna grow up once again..
*lagu waktu Joy kecewa, dengan kata lain waktu ia jadi korban si Virus..* MySpace

Di film ini, Farhan, Raju dan Rancho berteman dekat, mereka satu kamar selama masa pendidikan di kampus itu. Selama masa itu juga banyak cerita tentang persahabatan diantara mereka, disini banyak cerita lucunya yang buat kita ketawa.. cerita saat mereka baru-baru masuk kampus, memberi 'pelajaran' buat Chatur, merusak pernikahan anaknya Virus, berteman sampai akhirnya jatuh cinta sama Pia anaknya Virus..

atau tentang yang mengundang kita terharu ada juga misalnya saat mengantarkan ayah Raju yang lumpuh ke Rumah sakit dengan memakai motor Pia MySpace, Kematian Joy, Raju yang dirawat di RS karena nekad bunuh diri gara-gara diancam si Virus, membantu kakak Pia (Mona) melahirkan dengan peralatan yang minim.. begitulah sampai akhirnya mereka bertiga ini berpisah selama 10 tahun kemudian.. dan bertemu kembali secara tidak sengaja saat Chatur yang dengan dendam '5 Sept' nya mengumpulkan mereka kembali..

Dendam '5 Sept' Chatur adalah dendam yang dikarenakan keusilan Rancho merusak naskah pidato Chatur yang tidak bisa berbahasa Hindi, Rancho sebenarnya bukan tanpa alasan namun ia mau memberi pelajaran buat Chatur yang suka menjelek-jelekan mahasiswa lain ke Virus atau merusak konsentrasi belajar mereka saat sedang ujian dgn menyelipkan buku porno ke kamar saat malam ujian.. saat tanggal 5 September 10 tahun lalu, Chatur diminta Virus membawakan Introductory speech saat Teacher day di kampus.. Chatur yang dijuluki Silencer ini tidak terima momen pentingnya dirusak oleh Rancho dan Farhan (sementara Raju disibukkan oleh rasa takutnya) dan Chatur menantang mereka untuk 10 tahun lagi ditanggal yang sama agar bertemu kembali dan melihat siapa yang lebih sukses (menurut ukuran Chatur).. MySpace

Diakhir cerita disebutkan bahwa 10 tahun Rancho telah menghilang, 10 tahun juga mereka bertiga telah dengan kehidupan masing-masing, Farhan dan Raju telah menemukan kehidupan mereka sebetulnya karena disadarkan oleh Rancho ini, Rancho yang mendorong Farhan agar berani menyatakan kepada ayahnya bahwa keinginannya bukan menjadi Insinyur namun Potograper, Rancho juga yang mengirimkan surat Farhan beserta gambar-gambar hasil jepretannya kepada seorang potografer handal di Hongaria, dan disana lalu Farhan diterima menjadi asisten potografer tersebut dan sekolah potografi disana untuk kemudian dipekerjakan di hutan pedalaman Brazilia untuk mencari objek poto agar bisa dibukukan.. tak apa dipedalaman hutan, karena memang ia menikmatinya.. MySpace

Sementara Raju.. sudah banyak dibantu oleh Rancho saat ia sedang dalam ketakutan, ia 'dibangunkan' Rancho bahwa ketakutan yang ia alami selama ini sudah membuat ia dibebani sehingga tidak bisa mengeluarkan potensinya yang sebenarnya, sehari-hari diperkuliahan, Raju sibuk belajar.. belajar.. belajar dan berdoa..berdoa.. dan berdoa.. namun sejujurnya ia selalu dibayangi ketakutan itu.. tidak bisa menikmati belajarnya, bayangan akan keluarganya yang serba kekurangan dan keprihatinan membuat ia lebih pendiam -dan pikiranya tertekan- diantara Farhan dan Rancho. oleh Virus ia dianggap sama sekali tidak akan mendapat pekerjaan apa-apa karena nilainya beberapa yang jelek, namun Virus salah, persahabatan Rancho dan Raju, banyak menjadikan Raju lebih berani untuk melangkah.. paling tidak meski nilainya jelek, ia punya sikap yang bisa meyakinkan pewawancara kerjanya sesaat sebelum ia diterima kerja.. MySpace

Tentang Rancho.. sebetulnya namanya bukan Rancho tapi Chotte, seorang yatim piatu dari orang tuanya yang bekerja sebagai tukang kebun sebuah keluarga kaya raya didaerah Shimla. ia sejak kecil senang belajar Matematika dan sering membantu anak majikannya mengerjakan PR, ia juga sering meminjam baju seragam anak majikannya agar bisa masuk sekolah dan belajar seperti anak-anak seusianya.. kemudian atas kebaikan majikannya ia disekolahkan dengan menggunakan nama anaknya yaitu Ranchordas Shymaldas Canchad, dengan perjanjian bahwa selepas ia sekolah, ia harus menghilang entah kemana dan jangan berhubungan lagi dengan orang-orang dikampusnya. Chotte menyanggupi lalu mengatakan bahwa akan ada dua orang kawannya yang akan mencarinya kelak, ya itulah Farhan dan Raju.. MySpace

ALL.. IZZ.. WELL adalah motto hidup mereka selama dikampus, saat semuanya terasa diujung tanduk Virus, mereka cuma bisa berusaha tenang dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja (ALL.. IZZ.. WELL), hehehehe.. seperti Zikir kalo bagi kita yang muslim...

Banyak pelajaran yang bisa diambil dalam film ini, betul-betul highly-recommended. Follow whatever your heart says.. sangat benar untuk diikuti jika kita ingin menjalani sesuatu dengan tujuan mengembangkan diri, karena hanya diri kita yang tahu apa yang kita gemari, dan bukankah kegemaran yang dikembangkan itu akan menghasilkan karya yang mantap?dan bisa juga jadi profesi.. iya kan?karena sudah barang tentu saat kita menjalaninya kita akan menjadi tanpa terbebani apapun, tak ada tuntutan menjadi nomor satu, tak ada rasa takut akan masa depan, sebab yang akan mendorong hanyalah bagaimana dari hari ke hari kita bisa mengembangkan kegemaran ini.. menjadi lebih baik dan lebih mendalami..ahli dibidangnya.. MySpace

Jadi bagi mereka yang belum nonton film ini.. buruan sempatkan waktu cari DVD nya.. belii.. dan tonton.. lalu ambil pelajarannya.. dan temukan bakat didalam diri kita untuk dikembangkan... saat sekarang orang banyak berlomba saling sikut dan injak.. untuk mengejar apa yang banyak dikejar semua orang.. mungkin ini saat yang tepat untuk berhenti dan kembali melihat apa sebenarnya bakat kita, dan apa yang sudah kita lakukan untuk mengembangkan bakat itu...

Wassalamualaikum

Read more »

3.10.2010

Rindu Tuk Puncak Ceremai


Libur kuliah saya ini sekarang.. 2 minggu, 5 hari sebetulnya namun karena lobi melobi agar bisa diperpanjang maka jadilah seperti sekarang, ya sekarang.. meninggalkan saya dalam kekosongan dan semua rencana yang karena kepatutan terpakasa dibatalkan..

Assalamualaikum wr wb.. apa kabar semua kawan?yang kerja pasti sekarang masih sibuk ya? yang bisnis? yang bisnis? wow... there is no sureness for having a day-off for that ones :P, nah yang mahasiswa?yang mahasiswa? yaa... kalo satu kampus dengan saya.. mungkin sedang liburan.. baru kelar Ujian Tengah Semester soalnya..

Rencana yang ada dikepala sebetulnya mau mudik ke Baturaja sejak beberapa minggu lalu, namun liat kondisi ****et tidak memungkinkan, yaa... demi keamanan dan ketahanan negara T_T lebih baik ditahan dulu sampai dua bulan kedepan soalnya liburnya bisa lebih lama daripada sekarang cuma 2 minggu dan ****et g tebal2 amat..

Akhinya dapat juga ide mau liburan kemana, yaitu ke Gunung Ceremai, mendaki.. mendaki lagi pelampiasan hobi.. pencarian jati diri menaklukan keraguan diri.. dll dll hehehhe.. meski dapat infonya mendadak-dadak, cuma 3 hari sebelumnya namun lumayan excited lahhh dari pada doing nothing di kos.. kemudian untuk memperlancara niatan ini segala sesuatunya mulai saya siapkan mulai dari logistik, peralatan dan satu lagiiii yaitu ijin orang tua... akhirnya saya telpon ke Baturaja...

Saya:'bak.. libur ni kan agak lama lahh.. gak ada ngapa2in aku ni disini, mau manjat gunung lagi boleh gak?ya.. kayak ke Semeru kemaren itu bak... aku minta ijin ubak dl gimana baeknya...'
Ubak:'kau kan da besar.. segala sesuatunya kau putuskan sendiri baiknya, namun kalo kau mintakan pendapat aku, jujur dari hati kecil aku ni.. aku keberatan, soalnya bukan apa-apa, cuaca lagi tak menentu macam ini, hilang kau nanti.. mending jangan dulu.. cuman ini masukan aja, kau putuskan sendiri aja, aku doakan selalu'
Saya:'begitu ya bak.. ya lah kalau begitu aku pikirkan dl, nanti aku kabari ubak lagi.. makasi banyak masukannya bak'

Semalaman saya memikirkan masukan dari Ubak saya tadi. Bergejolak, Beradu, Bingung dan Berpikir juga saya dibuatnya.. saya kira saya ini sudah tua, >18 tahun, jadi ngapainlah susah-susah dikit-dikit nelpon orang tua, ijin ini ijin itu.. berangkat ya berangkat aja.. namun saya juga teringat tentang prinsip bahwa kelancaran segala sesuatu urusan itu adalah jika ALLAH.SWT meridhoi dan ridho ALLAH itu adalah ridho orang tua, well.. it is true that Ubak saya adalah tipikal orang tua demokratis yang menyerahkan segala sesuatu pilihan dan keputusan kepada anaknya.. dalam banyak hal Ubak saya lebih hanya pada peran memberikan masukan dan pandangan.. jika memang beliau keberatan paling beliau hanya menyampaiakan bahwa 'meski hati kecil aku keberatan tapi kau lah yang putuskan, aku cuma bisa bantu doa'..

Ok lahh.. yang saya inginkan cuma kelancaran dan ijin penuh dari orang sekitar saya untuk setiap hal yang saya lakukan. sesekali saya khilaf akhirnya saya bertindak tanpa iringan doa dan restu mereka, namun saya menafikan bahwa keburukan yang datang kemudian adalah karena kelalaian saya tidak memandang mereka.. namun saya sebaiknya tidak begitu terus2an, sudah banyak contoh nyata bahwa bagaimanapun kesuksesan seorang anak itu tergantung pada ridho orang tuanya, dengan cara apapun yang dapat disampaikannya.. karena mungkin orang tua tak ingin mengecewakan anaknya..

Karena itulahhh.. saya membatalkan rencana pendakian ke Puncak Ceremai, mungkin nanti, tidak sekarang akan datang lagi kesempatannya untuk piknik santai menikmati keindahan alam dengan turun langsung mendaki, menginjakkan kaki kebumi berteman dingin dan hijau pegunungan... yang semuanya akan bisa dinikmati dengan benar- benar nikmat dengan ijin orang tua...

untuk puncak ceremai, kutitipkan rinduku untuk mu bersama angin, kelak insyaALLAH aku kan kepuncakmu, menikmati alam Jawa Barat dari puncakmu.. kelak suatu saat, belum sekarang ini..

Wassalam

P.S:
----
Tinggal lagi membaca buku, menonton DVD dan menjaga toko untuk mengisi kekosongan waktu ku kini..

gambar diambil dari http://tapala.files.wordpress.com/2008/12/puncak-ciremai.jpg

Read more »

3.03.2010

Hari Seorang Amir


Inilah Dunia Amir...'Give me some sunshine, Give me some rain, Give me another chance, i wanna grow up once again'

Hai.. saya Amir, saya baru tahu rupanya saya kini sedang mengalami keterkejutan yang benar2 mengagetkan saya, dan dengan ini saya akhirnya merasakan apa yang dulu pernah saya lihat dimata mereka yang mengungkapkan kekecewaan dengan cara yang dulu tidak bisa saya mengerti, dulu itu, saat saya belum paham benar makna tersembunyi dibalik lagu 'Jangan Menyerah' dari D'Massive..

Assalamualaikum wr wb.. hari ini dibulan Maret 2010, belakangan Amir mempunyai perasaan yang kuat tentang pentingnya berterima kasih..

ia tahu seperti apa itu rasanya membenci seseorang, semuanya menjadi kabur, dimata ia semua hal yang dilakukan orang itu salah, dan cuma ia yang benar lalu seharusnya orang itu berperilaku seperti ia.. dan ingatan ia ertutup tebal oleh benci itu tadi menjadikan sama sekali tidak ada hal baik yang bisa ia kenang dari seseorang yang ia benci..jadinya bagi ia dia tidak layak kemudian ia lupa mengucapkan Terima Kasih ..

ia suatu waktu itu dulu pernah tidak sama sekali ingat bahwa saya pernah menerima jasa baik seseorang, kemudian ia ia lupakan, karena baginya, seorang ia tidak begitu penting dan kemudian apa yang ia lakukan bagi saya menjadi tidak begitu berarti akibatnya ia pernah lupa ucapkan Terima Kasih..

Namun kini ia sudah mulai tua.. ya ia seorang yg bernama Amir ini sudah mulai perlahan menjadi tua, saat ini ia tidak lagi menggebu2 ingin mengubah dunia tapi ia sendiri terlebih dahulu yang harusnya berubah dalam menanggapi sikap dan warna-warni dunia yang kadang mengecewakan, menyebalkan dan memojokkan ini..

Beberapa kali ia melihat semua hal baik yang sudah pernah ia buat bagi orang lain sama sekali tidak diingat karena telah terhapus oleh satu sikap ia yang buat mereka seperti dosa yang tak terampuni.. ya persisnya seperti Hujan Setahun yang diberangus oleh Kemarau Sehari. Kesannya juga tidak baik jika ia memaksa mereka meminta mempertimbangkan semua pengorbanan dan jasa baik ia bagi mereka sebagai alasan mereka untuk memaafkan dan melupakan sesuatu yang diberi nama Khilaf atau bisa jadi Prinsip itu..

jadi baiklah, mungkin 'mereka' sedang mengalami tahap yang dulu pernah ia lewati *bukan berarti Amir lebih baik dari mereka*, dan ia pun rasanya masih banyak yang harus dipikirkan daripada memenuhi kepala dengan hal-hal seperti ini, segala sesuatu bukankah bisa dibicarakan? Amir berkata: 'temui aku disini.. katakan apa mau kalian.. dan aku sampaikan bahwa aku juga manusia kadang khilaf tapi juga mau mendengar untuk menjadi lebih baik dimata kalian..'

Wassalamualaikum

Gambar diambil dari http://www.arts.ac.uk/alumni/images/ebulletin/mar04/Bryan%20playing%20guitar.jpg

Read more »

3.01.2010

Jika BSE ke Kick Andy


Seumur-umur selama di Jakarta baru berapa kali ini masuk stasiun TV, waktu dulu ke RCTI cuman sampai gerbang depan, terakhir ya beberapa hari lalu waktu diajakin kawan nonton bareng Kick Andy secara live di studio Metro TV.. dan tujuan saya waktu itu cuma satuuuu... mau ketemu sekalian poto bareng Najwa Shihab terus minta diundang Najwa ke acara Mata Najwa *kalo diitung2 ada tiga ya hehehhe MySpace jadi malu..

Assalamualaikum wr wb.. postingan ini dibuat pas lagi ujian tengah semester dimana besoknya mata ujiannya adalah akuntansi debit kredit debit kredit debit kredit yang kata temen saya kalo saldonya tidak seimbang, maka tinggal dibuatkan satu akun baru namanya 'Balancer Expense' hahahahha... MySpace

OK.. kembali ke tentang nonton kick andy tadi, saya dan sekitaran 30 orang rekan berangkat naik metromini warna oranye jurusan apalupamaaf :P sampai disana sudah mau magrib dan rombongan kami tiba disambut dengan riuh tepuk tangan seperti penerima hadiah nobel atas nama kelompok peneliti didaerah terpencil yang baru saja menemukan satu suku terasing yang sangat terasing *halahhhhhh apaaa ini gak penting* ok fine.. dan kamipun masuk ke lobi utama... dilobi utamanya patung dari papan si Andy F Noya sudah menyambut dengan senyum.. dan selalu senyumm g pernah merengut
*ya iyalah kan patung MySpace, lalu tiba-tiba saya merasa anehh lama-lama semakin aneh seolah2 patung itu menertawakan saya, tapi apa yang salah dengan saya, fisik saya sehat, mata saya dua, hidung saya satu dll.. dan saat mata patung itu terasa mulai menatap ke kaki saya.. baru saya sadar bahwa saya satu-satunya orang di lobi ruangan itu yang pakai sendal sementara semua memakai sepatu.. tapi ya nyantaiii sajaa secara baru sekalinya ini masuk ke acara begituan jadi kan g tau kalo mesti pakai sepatu *lagi2 ngeles :P

setelah beberapa saat networking time *halah istilahnyaaa* dan sholat, barulah semua undangan mulai masuk studio, dan ketika pintu studio dibuka.. sebuah ruangan yang tidak asing lagi buat saya terbuka, tapi gelap.. MySpace jadinya ngantukkk.. tapi dingin, jadinya semakin ngantukk MySpace udahhh ahhhh tidur dulu... sampai tiba2 ada suara bapak2 yang menyambut kami dan mengarahkan hal2 yang perlu diperhatikan selama jalannya suting.. banyak hall... tapi yang saya ingat cuma satuuu supaya pasang tampang menarik supaya disorot kamera...*jadinya senyum gak abis-abis..*

5..4..3..2..1..Action!!!

Semua mata kini tertuju pada sesosok pria rambut kribo kulit putih berkumis berkacamata dan berkemeja dengan lengan digulung sesiku.. ya itulah Andy F Noya, host acara Kick Andy yang sudah sering saya dan kita lihat di tv, dan kali ini semua menjadi nyata.. dia didepan saya dan saya didepan dia (so what kl saya didepan dia hahahah :P), saya memperhatikan kepiawaian seorang ia berbicara dengan kami-kami dan begitu juga saat ia mulai memandu dan berdialog dengan beberapa orang narasumber..

it was amazing, stunning and impressing.. i could say no more but imagine how if oneday i do the same..will not be possible?hehehe let's see :P


Tidak terasa akhirnya setelah 3 jam tersiksa dibangku yang kaku, ya gimana gak dibilang tersiksa coba kalo selama scenes taking gak ada yang boleh berisik, spontan tepuk tangan kecuali dipandu dann ke toilet pun gak boleh kecuali pas break.. lain kali enaknya nonton Opera Van Java aja mungkin biar bebas ketawanya :D *minta diundang Trans TV*. Dan saat acara sudah resmi selesai, giliran saya dan kawan2 yang menyiksa Andy F Noya dengan menjadikannya objek photo baik rame-rame, sendiri, berdua, dsb dsb... dan saat semua orang sedang dalam euforia pencapaian cita2 poto bareng Andy F Noya, saya mencoba bersalaman dan kemudian berdiri disamping ia, dan saat itu saya merasa tidak ada beda antara saya dengan ia, namun saya menangkap apa yaaa... semacam kekuatan berupa kepercayaan diri dari seorang ia yang membuat ia berbeda saat ada di layar kaca...membuat siapapun melupakan keanehan kribonya berganti menjadi kagum dan tertarik, membuat orang lupa bahwa ia dulunya dari pedalaman negeri ini hidup dalam keterbatasan ekonomi...

Wassalamualaikum

Read more »